Buku Pedoman Penulisan TA

Silahkan di unduh buku pedoman Penulisan TA  PEDOMAN PENULISAN TA TERBARU  

Pengumuman Asistenship Laboratorium Jurusan Manajemen

Berdasarkan hasil tes tertulis dan wawancara Asistenship Laboratorium Jurusan Manajemen pada tangga 23 dan 24 September 2014, nama-nama yang diterima sebagai Asistenship Laboratorium Jurusan Manajemen adalah :

1. TRI ARI KURNIATININGSIH

2. KORINA

3. FAIZAL SUSILO HADI

Dimohon besok tanggal 6 Oktober 2014 jam 14.00 WIB menemui Bu Sri Wartini, S.E, M.M di Lab Pasar Modal.

Demikian pengumuman hasil seleksi Asistenship Laboratorium Jurusan Manajemen periode 2014-2015. Terima kasih

Mengetahui

Sri Wartini, S.E, M.M

Keberhasilan Quantum Leap

Oleh Lukas Setia Atmaja – Pada tahun 1938, Lee Byung Chull mendirikan sebuah perusahaan trading bahan makanan dengan 40 karyawan di Su Dong, Korea. Perusahaan ini berkembang pesat, sehingga akhir 1960-an Lee memutuskan masuk ke industri barang elektronika, seperti televisi, kulkas, dan AC. Tahun 1987, CEO di perusahaan itu beralih ke Lee Kun He, putra ketiga Lee Byung Chull. Tak lama berselang, perusahaan ini meluncurkan telepon genggam pertamanya. Kualitas produk yang inferior membuatnya sulit bersaing dengan Motorola, pemimpin pasar di Korea saat itu. Lalu, Lee Kun He membuat keputusan besar yaitu go international. Hasilnya luar biasa. Pada 1992, perusahaan ini menjadi produsen memory chips terbesar di dunia, serta produsen chipmaker nomor dua di dunia setelah Intel. Perusahaan ini berhasil jadi produsen panel LCD terbesar di dunia sejak 1982, produsen televisi terbesar sejak 1986, dan produsen telepon genggam terbesar sejak 2011.  Samsung Electronics, nama salah satu perusahaan Lee ini, telah menggeser Apple Inc sebagai perusahaan teknologi terbesar di dunia sejak 2011. Kisah sukses Samsung selalu berhasil menginspirasi jutaan perusahaan di dunia untuk melakukan hal yang sama. yaitu, quantum leap alias lompatan besar dalam waktu yang relatif singkat. Meskipun kesuksesan Samsung tidak mudah untuk direplikasi, ada beberapa strategi yang bisa membawa korporasi melakukan quantum leap. Pertama, strategi burning the platform. Sebagai langkah awal, tentunya dibutuhkan visi untuk melakukan quantum leap. Adalah tugas seorang CEO untuk mengartikulasikan secara jelas visiquantum leap ini kepada seluruh jajaran manajemen. Ini adalah tahapan terberat karena untuk menggerakkan “batu besar yang diam” dibutuhkan energi besar. Tugas ini semakin sulit dilakukan jika perusahaan sudah relatif mapan karena manajemen cenderung berpuas diri (complacent). CEO harus “membakar” kursi nyaman bawahannya dengan memberikan sasaran-sasaran kerja yang lebih besar tapi rasional (stretched goals). Program quantum leap adalah pengelolaan perubahan (change management). Intinya, bagaimana membuat orang ingin berubah secara sukarela, bukan karena ketakutan. Cara berpikir puas menjadi jagoan di kampung mesti diubah menjadi harus menjadi jawara dunia. Seperti yang dilakukan Lee Kun He awal 1990-an dengan visinya menjadikan Samsung sebagai penakluk dunia. Apakah sulit? Ya. Apakah mustahil? Tidak. Perlu brand strategy Ketika paradigma manajemen sudah berhasil diubah, dibutuhkan portofolio strategi yang kuat menggapai quantum leap. Penyusunan strategi membutuhkan gap analysis untuk mengetahui kekurangan perusahaan yang masih bisa ditingkatkan. Manajemen bisa menerapkan strategibenchmarking, yakni membandingkan proses bisnis dan ukuran kinerja perusahaan dengan praktik terbaik (best practices) atau kinerja terbaik di industri yang sama, maupun industri lain. Benchmarkingmemungkinkan perusahaan mengembangkan strategi peningkatan maupun adaptasi terhadap praktik terbaik. Melalui benchmarking dengan kompetitor seperti Sony, Lee Kun He menyadari kekurangan kualitas produk elektronika Samsung. Ia segera mengubah strategi dengan lebih menekankan pada mendesain dan memproduksi komponen sendiri (vertical integration), serta investasi di teknologi baru. Harapannya, Samsung bisa memiliki pemahaman atas proses pembuatan produknya, serta keunggulan teknologi untuk merengkuh pasar baru. Faktor ini, di kemudian hari terbukti menjadi kunci sukses Samsung. Strategi merek (brand strategy) juga memegang peranan penting dalam proses quantum leap. Berhasil meningkatkan kualitas produk tidak serta-merta meroketkan penjualan Samsung. Lee Kun He sempat mengeluh, “Produk kita sudah relatif sama dengan Sony, namun mengapa masih kurang dilirik konsumen?” Masalahnya bukan terletak pada produk, tetapi dalam benak konsumen. Samsung menyadari pentingnya menghapus citra sebagai budget brand demi menantang Sony sebagai jawara dunia. Samsung membuat rencana pemasaran 10 tahun untuk mencapai sasaran ini. Program promosi yang berhasil mengglobalkan merek Samsung, antara lain kerja sama promosi Samsung dengan Warner Bros di trilogi film laris Matrix, serta menjadi sponsor utama Olimpiade Seoul tahun 1998. Quantum leap memerlukan keberanian dan kecerdikan dalam berinvestasi guna mendorong pertumbuhan. Untuk itu dibutuhkan strategi investasi atau pertumbuhan yang agresif. Selain mengembangkan bisnis yang sudah ada, pertumbuhan korporasi bisa dilakukan melalui merger and acquisition (M&A), strategic alliances (SA), dan joint venture (JV). Ketiganya menawarkan pertumbuhan cepat dengan potensi sinergi besar. Samsung memainkan manuver berisiko ini cukup cantik. Contohnya, meski berseteru, Samsung dan Sony setuju berkolaborasi memproduksi panel LCD. Mereka membentuk perusahaan joint venture S-LCD pada 2004. Samsung memperoleh kesempatan untuk belajar teknologi panel TV dari Sony. Kedua perusahaan itu akhirnya menjadi penguasa pasar TV LCD, menyingkirkan Sharp. Pentingnya M&A dalam strategi pertumbuhan Samsung tampak dari pernyataan Vice ChairmanSamsung Choi Gee Sung: “Samsung should be reborn as a world-leading company that can survive 100 years by pursuing bold and aggressive M&As.” Manajemen Samsung membuat keputusan investasi dengan pemikiran masa depan. Last but not least, quantum leap butuh strategi inovasi yang solid. Dalam hal ini, meski sering diejek meniru Apple saat desain awal Galaxy, Samsung sejatinya banyak menawarkan produk yang inovatif. Agar tetap inovatif, Samsung berusaha merekrut talenta terbaik, membeli paten teknologi dan berani berinvestasi besar pada R&D. http://kolom.kontan.co.id/news/197/Keberhasilan-quantum-leap

DAFTAR DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2011

Diberitahuan kepada Mahasiswa Jurusan Manajemen FE UNNES  Angkatan Tahun 2011 bahwa daftar dosen pembimbing skripsi  dapat diunduh pada link berikut: DAFTAR DOSBING SKRIPSI      

Hasil Lomba Kompetisi Nasional Pasar Modal 2014

20140624_074514Pada tanggal 23 juni 2014, 1 tim mahasiswa jurusan manajemen telah ikut berpatisipasi dalam kegiatan lomba Kompetisi Nasional Pasar Modal 2014 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Indostock di STIE Perbanas Surabaya. Dosen bernama Andhi Wijayanto S.E., M.M. selaku pembimbing juga turut berpatisipasi menjadi juri dalam kegiatan ini. Kegiatan ini terselenggara pada tanggal 23-25 juni 2014. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 tim dari 50 universitas ternama di Indonesia. Hasil dari lomba tersebut, mahasiswa mendapat peringkat 4 di group V. Kegiatan lomba ini mampu meningkatkan softskill mahasiswa dalam bidang pasar modal.

new item new item new item new item new item new item new item new item new item