RESPON JURUSAN MANAJEMEN UNNES TERHADAP KEBUTUHAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI

Inovasi tidak hanya untuk dunia bisnis saja, inovasi sudah menjadi kebutuhan pokok di setiap lini ekonomi. Kampus sebagai penyelanggara Pendidikan tinggi juga harus berinovasi, dengan inovasi diharapkan Pendidikan tinggi semakin maju dan SDM unggul dapat tercapai dengan baik.

Ditjen DIKTI menggandeng Dunia Industri untuk memudahkan Kerjasama antar keduanya. Menindak lanjuti hal tersebut, Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang merespon dengan baik.

Jurusan Manajemen UNNES sebagai penyelenggara Pendidikan tinggi selaras dengan program kerja Pemerintah, mengadakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang menjembatani pakar UMKM serta Industri  dengan para dosen dan pimpinan jurusan manajemen UNNES. Kegiatan tersebut bertema “FDG DUDI untuk Akselerasi Prodi Manajemen yang Inovatif dan Adaptif”. FGD ini mengundang narasumber yang luar biasa, diantaranya adalah Dr. Dindin Adurohim BS, S.Sos., M.M., dan Dr. P. Erianto Hasibuan, S.E., Ak., M.M. Kegiatan ini berjalan dengan antusias yang luar biasa dari para dosen Manajemen UNNES, terjadi diskusi dan saling tukar pendapat menanggapi perkembangan Usaha dan Industri di era sekarang. Dindin Abdurohim menyampaikan materi terkait dengan permasalahan UMKM, potensi UMKM serta strategi kolaborasi pengembangan UMKM dan Erianto Hasibuan memberikan materi terkait dengan kepemimpinan UMKM.

Perguruan Tinggi merupakan kepanjangan tangan Pemerintah untuk membagi ilmu dan pengetahuannya kepada masyarakat, tak terkecuali pada dunia usaha dan industri. Dengan adanya kegiatan ini yang diselenggarakan pada 22 Juni 2022 di Kampus Fakultas Ekonomi UNNES, maka diharapkan Jurusan Manajemen UNNES mampu menjadi pembina UMKM yang berkelanjutan. Sehingga menciptakan UMKM yang berdaya saing tinggi dengan inovasi-inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan penguatan UMKM semacam ini mampu memperkuat pondasi perekonomian nasional, seiring dengan peran UMKM sebagai pilar ekonomi Indonesia.

X