Tips & Trik Kuliah S2 di Luar Negeri dari Mahasiswa Magister Harvard

Hai managers,,, tertarik melanjutkan jenjang S2 di Luar Negeri? Mari simak tips & trik nya dari Alumnus Fakultas Kedokteran Unair yang berhasil mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan kuliah di Harvard Medical School.

Setelah merampungkan studinya S1 di FK Unair, wanita bernama Maria Cellina Wijaya ini melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 ke Universitas Harvard di AS.

Bahkan, dirinya sempat jadi perbincangan hangat setelah berhasil diterima di tiga kampus ternama dunia, di antaranya yaitu Universitas Harvard, California, dan John Hopkins.

Berikut Tips Kuliah S2 di Luar Negeri Ala Maria Cellina Wijaya :
1. Pertimbangkan Karier yang Ingin Digeluti

Wanita yang akrab disapa Celline itu menuturkan bahwa sebelum menentukan ingin belajar apa, pertimbangkan mengenai karier yang akan dijalani ke depannya.

Ia memaparkan, lulusan kedokteran tidak hanya bisa menjadi klinisi, melainkan juga konsultan kesehatan, terjung ke dunia manajemen, farmasi, wirausaha, hingga peneliti.

“Jangan yang oke mau ambil S2 tapi belum tau setelahnya mau jadi apa,” kata Celline.

2. Kesempatan Karier
Tips selanjutnya ialah mengenai kesempatan karier. Mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri, harus melihat apakah bidang yang ditekuni nantinya memiliki kesempatan karier yang luas atau justru sebaliknya karena ketatnya persaingan.

3. Perhatikan Biaya Pendidikan, Lama Studi, Keahlian dan Minat
Selain karier, perlu diperhatikan juga terkait biaya pendidikan, lama studi, keahlian dan minat. Ini dimaksudkan agar studi S2 dapat berjalan dengan lancar tanpa mengkhawatirkan hal-hal lain.

4. Persiapkan Berkas hingga Riset Mendalam
Menurut Celline, persiapan berkas seperti TOEFL/IELTS, transkrip nilai, personal statement, surat rekomendasi dan lain-lainnya perlu dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Selain itu, jangan lupa untuk melakukan riset mendalam terkait daftar kampus dan beasiswa.

Hal-hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang singkat.

“Riset mendalam dulu sebelum menentukan pilihan. Semua ini tidak bisa disiapkan satu atau dua bulan. Saya sendiri menyiapkan ini selama dua tahun. Di sela-sela internship, saya belajar untuk mempersiapkan TOEFL,” imbuhnya.

5. Personal Statement yang Otentik
Tips lainnya ialah personal statement yang otentik. Maksudnya, personal statement menjabarkan terkait motivasi pribadi dalam memilih studi hingga pemaparan mengenai harapan dan target ketika lulus nanti.

Lebih lanjut Celline menuturkan bahwa setiap pilihan dan keputusan memiliki pro kontranya tersendiri. Sebagai contoh, pro-nya ialah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri mendapat eksposur jejaring internasional.

Selain itu, metode pembelajaran di sana juga mengedepankan diskusi. Dengan begitu, mahasiswa akan lebih kritis dan vokal terhadap persoalan yang terjadi, apalagi jika ia berkuliah di kampus yang bergengsi. Sementara minusnya, mahasiswa akan jauh dari keluarga.

Itulah sejumlah tips yang bisa diterapkan bagi detikers yang ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri. Semoga bermanfaat.

Penulis : Anisa Rizki Febriani (detikEDU)

Repost dari detik.com: , “Tertarik Lanjut S2 di Luar Negeri? Simak Tipsnya dari Mahasiswa Magister Harvard” selengkapnya¬†https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6543953/tertarik-lanjut-s2-di-luar-negeri-simak-tipsnya-dari-mahasiswa-magister-harvard.

X